OSAIKI part two antara ASDEP Agribisnis Hortikultura KEMENKO Perekonomian RI dan DIRUT BUMD Pesawaran.

OSAIKI part two antara ASDEP Agribisnis Hortikultura KEMENKO Perekonomian RI dan DIRUT BUMD Pesawaran.

SIPROnews.com Asisten Deputi (ASDEP) Agribisnis Hortikultura KEMENKO Perekonomian RI, RR.Yuli Sri Wilanti,MP alumnus FAPERTA UGM angkatan 1990 setelah kemarin pada hari Kamis,25/3/2021 bersama PT.GGP di terbanggi kabupaten Lampung tengah melaksanakan Creating share value integrasi Pangan, holtikultura dan peternakan. Pada pagi hari Jum'at,26/3/2021 kembali mengadakan Obrolan Sinergi Agrinmbisnis, Industri, Kearipan lokal dan teknologi(OSAIKI) dengan Direktur Utama (DIRUT) Perusahaan Perseroan Daerah (PERSERODA) PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama - BUMD kabupaten pesawaran Ahmad Muslimin,SE.
ASDEP Agribisnis Hortikultura KEMENKO Perekonomian RI mengatakan dalam rangka untuk mengembangkan industri pengolahan coklat Andan jejama yang mana BUMD pesawaran sebagai produsen coklat dan pendamping petani coklat serta offteker coklat kering fementasi. yang kemudian BUMD pesawaran memproduksi coklat jadi, sebagai berikut;
1.Coklat bar netto 100gram dengan varian; White coklat, Dark coklat 80%, Premium Coklat original dan premium coklat inside NIBS coklat.
2.Coklat candy netto 7gram kemasan toples isi 72 pcs dengan 3 varian rasa masing-masing 24pcs.
3.Minuman coklat siap seduh KAHUT 3 in 1 netto 100gram, 150gram dan toples.
4.Minuman coklat siap konsumsi KAHUT 3 in 1 kemasan botol plastik almond 250ml.
5.Minuman Coklat siap konsumsi  KAHUT varian Coklat Kapulaga Bola Bulat tapioka/singkong(COLA BOBA) botol kemasan botol plastik almond 250ml
6.NIB coklat kemasan 500gram dan 1kg.
7.Lemak coklat/minyak nabati coklat kulaitas medium dan premium kemasan 500gram dan 1kg 
8.Bubuk coklat/tepung coklat kualitas medium dan premium kemasan 1kg dan 5kg.
9.Pasta coklat kualitas medium dan premium kemasana 1kg.
10.Biji Coklat Kering Fermentasi kerjasama dengan pak Thamrin petani coklat di waylima - Pesawaran.
11.Bibit Stek Coklat klon; MCC-01, MCC-02 dan CHR kerjasama dengan Direktur BUMDES Tunas jaya Asri Pradianto di desa ceringin asri kecamatan wayratai - pesawaran.

Dan juga dalam rangka untuk pengembangan program Kapulaga Organik Makmurkan Petani Indonesia (KOMPI) yang telah di laksanakan BUMD pesawaran sebagai pendamping, penyedia bibit kapulaga lokal origin indonesia dan pupuk organik serta sebagai offteker kapulaga basah dan kering. Maupun dalam memberikan daya dukung pada produksi beras Andan jejama kualitas medium dan premium kemasan; 2,5kg, 5kg, 10kg dan 25kg. Serta BUMD pesawaran sebagai offteker Gabah Kering Petani yang membeli dengan harga pembelian pemerintah Rp.4.200 sesuai spek aturan dalam PERMENDAG RI nomor:24/2020.
Serta untuk pengembangan eksport kelapa ke Thailand kerjasama BUMD pesawaran dengan pak Martoyo Owner PT.INAKOM - Jakarta, dalam eksport kelapa ini BUMD pesawaran membantu menghubungkan petani kelapa dengan buyer di Thailand dan eksport kopra ke India dan Pakistan kerjasama dengan Pak Marzuki owner PT.Mitra Tani - Jakarta dengan BUMD pesawaran yang juga sama seperti eksport kelapa, yakni menghubungkan petani kelapa dengan buyer di india dan pakistan. serta eksport rumput laut jenis sorgasum kerjasama BUMD Pesawaran dengan GM Adi CV.Pumar Asia Asean ke cina, dalam eksport rumput laut sorgasum BUMD pesawaran menghubungkan nelayan dengan buyer di Cina.
Dengan adanya kegiatan bisnis tersebut di atas Maka ibu ASDEP Agribisnis Hortikultura KEMENKO Perekonomian RI, RR.Yuli Sri Wilanti,MP akan membicarakannya dengan kepala Bank Indonesia Perwakilan provinsi Lampung agar ada concern Pendampingan ke PERSERODA PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama - BUMD pesawaran, maupun dalam hal modal kerja ataupun lainnya dari Bank indonesia di provinsi Lampung.

Ibu ASDEP Agribisnis Hortikultura KEMENKO Perekonomian RI, RR.Yuli Sri Wilanti,MP juga menjelaskan tentang Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Eksport (KURBE) yang telah di gulirkan Pemerintahan Presiden JOKOWI sejak Akhir Maret 2016 dan pada Januari 2017 ada 18 perusahaan yang mengakses KURBE dengan total pinjaman di gelontor Rp.235,8M dengan suku bunga sebesar 9% pertahun.
Perlu di ketahui tentang Program KURBE yang sinergi dengan Deputi pembiayaan  Kementerian Koperasi dan UMKM merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam memberikan pembiayaan yang di berikan oleh Lembaga Pembiayaan Eksport Indonesia(LPEI) atau Indonesia eximbank kepada Badan Usaha, Termasuk Perorangan maupun UMKM yang mempunyai usaha berorientasi eksport.
Yang jadi peserta program KURBE memperoleh pembiayaan tanpa subsidi imbal jasa penjaminan maupun subsidi bunga. Dan pokok  kebijakan KURBE adalah; penyediaan fasilitas pembiayaan eksport yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja yakni berupa Kredit Modal kerja eksport(KMKE) dan Kredit Investasi Eksport(KIE) untuk badan usaha dan UMKM., Dan kebijakan pemerintah juga mencakup penyaluran pembiayaan ke perorangan atau UMKM berorientasi eksport(UMKME). Bahkan kebijakan pemerintah melalui pinjaman modal program KURBE, para pelaku usaha yang ingin mengeksport produknya ke luar negri mendapatkan fasilitas; terkait resiko kegagalan usaha, kegagalan bayar, dan resiko politik di negara tujuan eksport. Dengan demikian program KURBE di luncurkan untuk membantu para pelaku usaha dan UMKM berorientasi ekspor memperoleh akses pendanaan yang murah. Dengan tenor pengembalian pinjaman bagi KMKE selama 3 Tahun dan KIE selama 5 Tahun.

Pagu KURBE Sebesar Rp.1T dengan maksimal batas pembiayaan yang dapat di berikan LPEI adalah, sbb:
1.KURBE mikro dengan batas maksimal penjualan pertahun s/d Rp.10M maka batas maksimal pembiayaan yang di peroleh KMKE dan KIE sebesar Rp.5M
2.KURBE kecil dengan batas maksimal penjualan pertahun lebih dari Rp.10M s/d Rp.25M maka batas maksimal pembiayaan yang di peroleh KMKE sebesar Rp.15M dan KIE sebesar Rp.10M dan/atau total pembiayaan yang di berikan LPEI adalah sebesar Rp.25M
3.KURBE menengah dengan batas maksimal penjualan pertahun lebih dari Rp.25M s/d Rp.50M maka batas maksimal pembiayaan yang di peroleh KMKE Rp.25M dan KIE Rp.25,M dan/atau total pembiayaan yang di berikan LPEI adalah sebesar Rp.50M.

Adapun prosedur pendaftaran program KURBE di LPEI atau indonesian eximbank adalah,sbb:
~>Peserta program KURBE menyampaikan surat permohonan ke LPEI atau indonesian eximbank.
~>Melampirkan dokumen indentitas pengurus dan pemilik usaha.
~>Melampirkan dokumen legalitas usaha.
~>Melampirkan laporan keuangan atau data keuangan lainnya minimal 2 tahun kegiatan usaha terakhir.
~>Melampirkan data lainnya yang di perlukan.

Maka sangat jelas program KURBE sebagai stimulus pemerintah kepada badan usaha dan UMKME, dan guna meningkatkan eksport nasional, meningkatkan daya saing ekspor produk ekspor UMKM berbasis kerakyatan, serta meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk eksport.

KURBE ini bisa di akses BUMD sesuai PP No:54 tentang BUMD pada Bab IV modal BUMD dalam pasal 19 yang menyebutkan:
1.Sumber modal BUMD terdiri atas:
A).Penyertaan modal daerah
B).Pinjaman
C).Hibah, dan
D).Sumber Modal lainnya.
Tentang pinjaman di jelaskan dalam pasal 26 yang berbunyi:
1.BUMD dapat melakukan pinjaman modal sesuai dengan kelaziman dalam dunia usaha.
2.Ketentuan mengenai menerima pinjaman di laksanakan sesuai dengan ketentuan perusahaan.

Apalagi PERSERODA PT. Aneka Usaha Laba Jaya Utama - BUMD pesawaran memiliki core bisnis dan bisnis penopang yang telah berorientasi eksport, bahkan sudah ada komoditi yang di eksport ke mancanegara.

Pesawaran kabupaten pusaka, Bumi Andan jejama.