Ternak Lele Secara Bioflok, Menguntungkan Tidak Seh !!!

Ternak Lele Secara Bioflok, Menguntungkan Tidak Seh !!!

Ternak lele, dengan sistem Bioflok, pada umumnya menggunakan kolam berbentuk bulat yang terbuat dari terpal. Jenis kolam tersebut dinilai lebih praktis dan dapat menghemat tempat. Kolam dengan ukuran diameter 3 meter mampu menampung hingga 3 ribu ekor lele.

Pada dasar kolam, dipasang pipa yang akan berfungsi sebagai jalan keluar kotoran lele yang mengendap di dasar kolam. Proses pembuangan kotoran lele harus diikuti dengan penambahan air, sehingga kolam tidak akan mengering. Kotoran yang dikeluarkan tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik dan sumber pakan bagi lele tersebut.

Ketinggian air yang ideal adalah 80-100 cm dan pada hari kedua setelah diisi air, maka perlu memasukkan probiotik 5 ml/m3. Pada hari ketiga, masukkan prebiotik molase 250 ml/m3 dan pada malam harinya, taburkan dolomite 150-200 gram/m3.

  • Probiotik adalah jenis bakteri yang bersifat baik yang akan berfungsi sebagai bahan pakan lele
  • Prebiotik adalah makanan untuk Probiotik

Menurut M.Khoirudin selaku peternak lele, ternak lele secara bioflok sangat menguntungkan karena mengurangi biaya pakan dan lele tumbuh secara optimal (29/09/2020)